Kimia medisinal 5

Salbutamol adalah obat untuk mengatasi sesak napas akibat penyempitan saluran udara di paru-paru (bronkospasme). Obat ini tersedia dalam bentuk hirup (inhaler), tablet, sirop dan suntik.
Farmakologi salbutamol adalah sebagai bronkodilator golongan agonis reseptor β2 adrenergik selektif short acting. Selektivitas salbutamol lebih tinggi pada reseptor β2 di paru jika digunakan pada dosis kecil, namun selektivitasnya akan hilang jika dilakukan penambahan dosis. Farmakokinetik salbutamol yang diberikan secara inhalasi akan memberikan efek kerja yang lebih cepat dibandingkan dengan pemberian secara oral

Komentar

  1. Dijelaskan bahwa Farmakologi salbutamol adalah sebagai bronkodilator golongan agonis reseptor β2 adrenergik selektif short acting. Selektivitas salbutamol lebih tinggi pada reseptor β2 di paru jika digunakan pada dosis kecil, namun selektivitasnya akan hilang jika dilakukan penambahan dosis. Bagaimana mekanisne penambahan dosis dapat mempengaruhi efek selektuvitas salbutamol pada reseptor β2 di paru?

    BalasHapus
  2. Rute pemberian sediaan obat golongan β2-agonis terdiri dari berbagai macam yaitu secara per oral, intravena, inhalasi dan subcutan. Penggunaan secara inhalasi menurunkan efek samping penggunaan obat jika dibandingkan dengan penggunaan melalui rute per oral, memberikan efek yang lebih cepat dan memberikan efek perlindungan yang lebih besar. Mengapa penggunaan secara inhalasi memberikan efek terapi yang lebuh cepat?

    BalasHapus
  3. Terapi tunggal menggunakan salbutamol dikatakan bekerja secara SABA (beta agonis kerja singkat) yang memberikan efek terapi cepat dengan mengurangi penyempitan saluran napas dan gejala yang terkait. Dimana terapi ini dapat bekerja dalam 5 menit dengan pengurangan gejala selama 3- 6 jam namun tidak dapat mengontrol. Lalu apabila penambahan kombinasi salbutamol dengan obat kortikosteroid dapat menjadi pengendali yang paling efektif dari proses inflamasi yang mendasari dalam saluran napas. Pertanyaan saya bagaimana mekanisme kerja obat kombinasi salbutamol (SABA) dan kortikosteroid sehingga efek obat bisa terkendali?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Farmakologi 7

Kimia Medisinal 12

Metode Farmakologi 5